“Pilih shock yang mana, ya?”


Kadang pertanyaan itu muncul ketika kita akan mengganti (entah karna harus atau sekedar fashion) shockbreaker belakang motor kita. Biasanya jawaban yang diberikan oleh teman atau penjual adalah “Pake yang merek A aja, bro”, atau “Bagusan merek B, bro”, atau “Merek C aja, bro, murmer crot” (halah, malah pake crot segala). Tapi, apa memang begitu seharusnya dalam memilih shockbreaker?

Shock standar tiger revo. (gambar dari mobilapa.com)

Ketika kita akan mengganti shockbreaker bawaan motor, yang paling utama harus kita ketahui adalah akan digunakan di jalan seperti apa shockbreaker tersebut, bukan merek apa yang bagus. Soal merek, ya tentu menyesuaikan kekuatan kantong masing-masing.

Oke, sekarang kita cari tahu shock seperti apa yang cocok dengan kebutuhan kita masing-masing. Dari jarak ulir per yang digunakan, shock dibagi menjadi Linear dan Progresif.

Shock linear adalah shockbreaker yang memiliki jarak ulir yang sama satu dengan yang lain. Jenis per ini sangat cocok untuk kondisi jalan non-aspal yang bumpi dan belobang, jadi cocok dipake buat blusukan di jalan off-road. Makanya kalo ada yang memakai shock dengan jarak ulir yang ukurannya sama pasti akan merasa shocknya keras kalo digunakan di jalan aspal yang mulus atau sedikit bergelombang.

Per shock dengan jenis linear cocok buat jalanan off-road. (gambar dari motorcycleparts.com)

Nah, shock progresif adalah shockbreaker yang memiliki dua jenis kerenggangan ulir dalam satu per. Beberapa ulir memiliki jarak yang rapat dan beberapa ulir memiliki jarak yang renggang. Fungsi ulir yang rapat adalah untuk kenyamanan di jalan aspal dan bergelombang namun tidak ekstrim sedangkan ulir yang renggang untuk melibas jalan off-road.

Per shock dengan jenis progresif cocok untuk kegiatan harian. (gambar dari astracar.info)

Soal jenisnya gimana om? Ya, soal jenisnya tentu harus disesuaikan untuk motor apa. Caranya? Itu mah tanya aja ama yang jual. Oh, begitu? Ho’oh.

Nah, itu kunci dalam memilih shockbreaker belakang yang pas untuk tunggangan kita. Soal merek apa yang bagus, ya sesuaikan aja dengan kocek yang ada.

*disadur dari berbagai sumber

11 thoughts on ““Pilih shock yang mana, ya?”

  1. om,… kalau untuk beban berat diatas 250Kg, yang cocok menggunakan shock seperti apa ya? ilustrasinya buat bawa barang dagangan + 1orang bonceng. kalau shock standar nya tidak mampu lagi akhirnya jebol. misal YSS yang seri apa,… atau ada shock khusus om?…

    tak tunggu om info baliknya…

  2. er berkata:

    sy pemakai gl pro 95 dg shock breaker merk marzocchi yg pake tabung,utk 2 org, shock ini udh sangat empuk, tp utk sendirian, masih kurang empuk, angin di dlm tabung harus di buang, kompresinya masih tll keras, harus lebih ringan. reboundnya udh cukup lambat. soal kestabilan cukup bagus.jika ingin empuk, kompresi hrs dibuat ringan, dan rebound dibuat keras. tujuan kompresi dibuat ringan spy ketika terjadi kompresi, tdk ada tahanan dari shock, reboundnya harus keras spy motor tdk mengayun di jalan bergelombang. utk informasi, shock std gl pro kompresi ringan,rebound keras(tipe single action), shock miki kompresi sedang, rebound sedang(tipe double action),shock tabung marzocchi kompresi sedang, rebound keras. ingin di buat kompresi ringan spt shock gl pro dan rebound spt shock marzocchi tabung.kayaknya tukang service shockbreaker bisa memodifikasi sesuai keinginan kita.silahkan di coba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s