Pelanggaran di Lampu Merah

Lampu lalu lintas atau lampu merah (istilah kerennya lamer), tentunya lampu ini ada bukan untuk mempercantik persimpangan jalan, tapi ada fungsi dan kegunaannya. Lamer merupakan rambu berfungsi untuk mengatur arus lalu lintas.


Salah satu contoh lampu merah.

Nah, ketika lamer menunjukkan warna merah, artinya kendaraan dari arah tersebut wajib berhenti. Ada yang aneh gak dari gambar di bawah ini?


Yups! Mereka terlihat tertib ketika lamer merah. Tapi, dimanakah mereka berhenti? Melewati garis putih/batas. Tentu saja ini adalah pelanggaran, dan yang pasti mereka telah mengambil hak orang lain.

Coba liat seorang bapak yang harus berlari di zebra cross.

Ini artinya si bapak tidak merasa aman ketika melintas di tempat yang seharusnya dia merasa aman.

Selain mengambil hak orang lain, pengendara seperti ini juga tidak peduli akan keselamatan mereka sendiri. Bagaimana seandainya ada kendaraan dari sisi kanan dengan kecepatan tinggi?

So, akan kah kita akan selalu begini?

*lokasi lamer di perempatan matraman.

spoke wheel yang mempesona

spoke wheel a.k.a. velg jari-jari, untuk sebagian orang, dianggap kuno, gak jaman, dan gak ngetrend. karna itu banyak penyemplak roda dua (yang dari sononya jari-jari), diganti dengan velg racing. tentu saja alasannya seperti yang tadi disebutin (biar gak kuno, ngikutin jaman, ama biar ngetrend), plus, biar gak repot kalo mau dicuci.

kalo untuk supermoto atau drag, itu lain cerita, jari-jari memang menjadi style yang tak terpisahkan. tapi untuk motor harian? sepertinya velg jari-jari mulai jadi trend alternatif untuk “mendandani” si kuda besi yang biasa dipakai sehari-hari.

biasanya ukuran velg yang dipakai lebih lebar, alasan ini jelas, biar tunggangan jadi lebih sangar. nah, gimana kalo virus velg jari-jari sekarang mulai merambah motor batangan khususnya pulsar?

virus ini mulai menghinggapi beberapa temen-temen PRIDES, diantaranya dimas a.k.a. interceptor, dr. sigit a.k.a. dr_sigit, daniel a.k.a. Tners, dan yang terbaru ganjar a.k.a. ganjar.

nah gimana penampakannya? check this out:

interceptor_jari-jari2

interceptor jari-jari1

interceptor_jari-jari3
interceptor

dr_sigit
dr_sigit (foto dari prides-online.com)

tners

tners2
Tners
(foto dari prides-online.com)

so… ada yang tertarik?

“RaouL”

24 Maret 2009. Akhirnya datanglah sosok hitam pekat yang slama ini kunanti. Sosok yang begitu kekar, sosok yang begitu besar. Apa coba, jangan mikir yang aneh-aneh.

Sebuah sepeda motor dengan merek “Pulsar”. Yah, Bajaj Pulsar 200 DTS-i. Kuda besi buatan negri “Tuan Takur” yang saat itu masih diolok-olok (gw baru nulis bulan Desember 2009). Tapi akhirnya gw emang milih tunggangan ini setelah mempertimbangkan dua kompetitor lain, Viksi dan Tigor.

Setelah menunggu lama (+/- 3 minggu), akhirnya STNK keluar juga. YES!!! Seneng cuy, akhirnya bisa nyemplak si Pulsar. Tapi mo dikasih nama apa ya??? Awalnya mau kasih nama “dark wolf” atau “black wolf”, tapi kok kesannya gimana gitu, pasaran aja.

Yaudah, karna ini dari India, coba kasih nama “Rahul” tapi kata Polwan (cew gw), “keliatan banget Indianya, gimana kalo Raul?” Wkkkkkkk…, kalo itu malah jadi Spanyol. Pikir sana, pikir sini, “Aha!!!” akhirnya diputuskan untuk memberi nama “RaouL” deh…

Akhirnya gw panggil di RaouL (dengan “R” dan “L”). Kalo kata Polwan, “RaouL itu belahan hati kita.” Hehehe…

nih penampakan dia…

 

RaouL ku...RaouL ku…
*ditulis ulang di blog yang baru…