Dealer atau BAI?


Wah dari judul kayaknya serius, nih? Ya, antara serius dan kagak sih. Intinya ini adalah masalah klasik yang kagak kelar-kelar. Masalah apa om? Yah, apalagi kalo bukan masalah spare part. Sebuah masalah yang sebenernya udah gak aneh buat gw dan pengendara pulsar lainnya. Bahkan gw pernah buat sebuah tulisan yang ada sedikit hubungannya juga dengan spare part, coba baca di sini.

Ketika RaouL tak lagi ke BERES.

Nah, buat para pengguna Pulsar, tentunya soal part sudah bukan sesuatu yang aneh lagi kalo tidak memuaskan. Cuma, akhirnya agak aneh ketika seorang pencinta Pulsar akhirnya mengeluhkan apa yang selama ini tidak pernah dikeluhkannya. Ya, Haryo Widodo, untuk sebagaian pengendara Pulsar tentu gak asing sama nama yang satu ini. Mantan pemilik UG3 dan sekarang pembesut P220 itu sudah berkali-kali melakukan perjalanan jarak jauh.

Inilah UG3 Haryo Widodo yang pernah ke Lampung.

Haryo yang lagi jalan-jalan dengan tema east Xpedition.

Nah, apa yang dikeluhkan sama Haryo? Ternyata master rem belakang yang dia pesen kagak ada di BERES. Bahkan udah hampir 2 bulan dia nyarinya, coba cek di sini. Trus siapa yang harus disalahkan? Dealer atau BAI? Atau malah si Haryo-nya? Untuk melimpahkan kesalahan ke konsumen, sangat tidak masuk akal, karena di mana-mana, ketika sebuah ATPM sudah memesarkan produknya di sini, mereka harus sedia spare part dan service. Gimana dengan dealar atau BAI?

Ini juga agak susah, soalnya gw memiliki keterbatasan dalam memperoleh informasi tentang spare part. Maksudnya om? Di satu sisi BAI mengklaim kalo part ada di gundang mereka. Namun di sisi lain, dealer mengklaim mereka belum dapet barang dari BAI. Nah lho, siapa yang ngibul? Ini juga susah, soalnya gak ada momen untuk mengkonfrontir mereka.

Kalo memang kondisinya barang ada di BAI dan dealer gak mau stok, gimana kalo kita beli langsung ke BAI? Nah, ini juga gak bisa. Kenapa? Sebagai ATPM, BAI tidak boleh melakukan penjualan secara retail (langsung ke konsumen). Info dari mana om? Dari Pak Rizal Tandju. Wah, serba salah dong, ya? Ya begitulah.

Jadi, dealer atau BAI?

6 thoughts on “Dealer atau BAI?

  1. wkwkwkwk…kayak telur sama ayam….saling ‘menyalahkan’…😀
    berhubung belum ganti part2 yg krusial maka ya ndak tahu
    tetapi kemarin pas ganti kampas rem depan ada kok di beres gresik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s