Tribute to Mas Londo dan Mas Bambang TRB; TRB-Londo, “Padepokan” Tempat Pulsar Series “Bersekolah”


TRB-Londo, mungkin nama “padepokan” ini belum begitu terkenal di jagat permotoran di Jakarta. Kok bisa? Ya karna lokasinya ada di Desa Selo Martani, Kalasan, Yogyakarta. Pemilik “padepokan” ini adalah Mas Bambang, “pentolannya” adalah Mas Londo, dan dibantu oleh Mas April (maap belom dikasih julukan).

Mas Bambang lagi naek "pit", sang pemilik TRB.

Mas Londo, sang pentolan TRB (paling depan).

Mas April, lagi nyari wangsit di depan TRB.

Awal mula TRB-Londo “kecemplung” ke dunia Pulsar adalah gara-gara seseorang yang bernama Torry Parantoro, atau biasa dikenal dengan nama Om Jes. Om Jes ini ingin meningkatkan performa BJ, motor Pulsarnya yang berkapasitas 200 cc, kebetulan dia seorang speedlover alias penggila kecepatan. Dalam eksperimannya ini, tentu banyak kejadian yang kurang mengenakkan, dan salah satu yang masih mebekas di ingatan gw adalah, oli motor Om Jes nyembur dari knalpot gara-gara paking di lubang oil cooler lupa dibolongin. Trus? Tentu mas Londo bertanggung jawab dan ngebenerin motornya Om Jes sampe beres lagi. Singkat cerita, motor Om Jes jadi satu-satunya motor Pulsar terkencang saat itu. Bahkan sekarang udah jadi single spark. What?! Untuk yang ini, konfirmasi langsung ama Om Jes ye.

Om Jes yang berdiri, lagi reunian ama Mas Londo di MKT.

Dari kisah ini, akhirnya Mas Londo di kenalkan ke temen-temen PRIDES. Tentu banyak yang ragu atas apa yang dicapai oleh Mas Londo. Menurut gw sih wajar, karena saat itu belum ada bengkel umum yang berani service si Pulsar, lha ini kok malah modif jeroan Pulsar. Namun, seiring berjalannya waktu, akhirnya ada “korban” yang berjatuhan.

Dari beberapa “korban”, yang hasilnya bisa dipantau terus adalah Mas Agus, motor dia mengalami peningkatan yang signifikan di power maksimal dan torsinya. Kok bisa claim seperti itu? Monggo tanyakan berapa hasil dyno sebelum dan sesudah modifikasi, saya ndak punya datanya.

Namun, pada modifan motor Mas Agus ini, masih ada yang mengganjal bagi orang yang gak suka ada suara aneh di motornya. Ya, ciri khas “berisik” ternyata masih ada, namun, hal ini sebenarnya wajar karna cam sudah di “colak-colek”. Yang penting tenaga yahud kan? Hehehehe… .

Mas Agus beserta istri yang doyan turing dan dijuluki, "Master Turing dari Cirebon".

Nah, apa TRB-Londo stuck di situ? Oh, tentu tidak. Beliau terus bereksperimen agar modifan mesinnya yang terkenal dengan sebutan “Paket TELOR” bisa maksimal dan memuaskan konsumen. Karena itu, sempat beberapa bulan “padepokan” ini tidak menerima modifikasi mesin untuk Pulsar (entah motor yang laen). Ternyata hasil “tapa brata” Mas Londo ini menghasilkan sebuah pencerahan.

Ya, dari “tapa brata” itu ternyata menghasilkan formula modifikasi yang sangat fantastis. Kenapa? Karena motor yang dimodif tetap memuntahkan tenaga yang fantastis namun tidak lagi mengeluarkan suara aneh, padahal cam sudah di “colak-colek”. What?! Yup, coba saja tanya Mas Bayu atau kalo penasaran, sambangi rumahnya dan dengarkan suara mesin si Rambo. Pasti akan susah membedakan apakah mesin ini sudah modifan atau belum, apalagi yang awam seperti saya.

Mas Bayu dan tunggangannya, Rambo.

Rambo, TIDAK DIJUAL! wakakakakakak...

Nah, korban terbaru “padepokan” ini adalah, dua orang “ababil” dari Jakarta, Iman P. ama Adrian Surianto alias Yoyon. Soal ababil, tanya aja ama orangnya aja.

Iman, "ababil 1" yang motornya baru lulus dari "padepokan".

Yoyon, "ababil 2" yang motornya juga baru lulus dari "padepokan".

Sekarang balik ke motornya, setelah melalui dyno, motor Iman memiliki tenaga max 14,2 HP di 8000 RPM serta torsi maksimal 14,13 Nm di 5046 RPM (knalpot freeflow, karet vacum karbu sobek, rante kendor) dan motor Yoyon memiliki tenaga max 18,6 HP di 8000 RPM serta torsi maksimal 17,79 Nm di 6454 RPM (knalpot freeflow + coil after market).

Hasil dyno motor Iman sebelum.

Hasil dyno motor Yoyon sebelum

Nah, setelah di “obok-obok”, hasilnya sungguh mengejutkan. Motor Iman memiliki tenaga max 21,2 HP di 8806 RPM serta torsi maksimal 18,84 Nm di 7739 RPM (knalpot freeflow, karet vacum karbu sobek, rante kendor) dan motor Yoyon memiliki tenaga max 22,2 HP di 8483 RPM serta torsi maksimal 20,44 Nm di 6970 RPM (knalpot freeflow + coil after market).

Hasil dyno motor Iman sesudah.

Hasil dyno motor Yoyon sesudah.

See, fantastis bukan? Dan yang lebih fantastis lagi adalah, hasil ini bisa dicapai hanya dengan PnP, colek cam, dan memperbaiki bentuk ruang bakar (piston dan klep standar). Kagak pake bore up? Kok bisa? Ya tanya aja sana sama pentolannya. Kalo perlu, sekalian belajar kayak Mas April.

Trus, kayak apa sih bengkelnya? Penasaran? Lihat lah ini.

"Padepokan" tempat Pulsar series "bersekolah".

Dari poto itu kok janggal ya, pasiennya banyak yang Pulsar, tuh liat aja di depan bengkelnya, tapi spanduk yang kepajang kok, kok, kok… . Kan ini bengkel umum mas. Iya juga sih, semoga ada pihak-pihak berwenang dari pabrikan blutut yang melihat “padepokan” ini dan akhirnya mau stok part + ngasih spanduk buat dipajang. Yah, semoga hal itu bisa terjadi.

Salam spuyerrrrr!! Blar… blar… blar… . (pinjem semboyannya Mas Agus)

19 thoughts on “Tribute to Mas Londo dan Mas Bambang TRB; TRB-Londo, “Padepokan” Tempat Pulsar Series “Bersekolah”

  1. kalo ane mau sekolah ke sana gimana caranya ya???

    apakah harus melintas rimba..mendaki gunung turun gunun..menyberangi sungai..melintas lautan?????

    hehhe….apakah bisa mas londo jadi guru terbang…ke sini untuk ajarkan lmunya???

  2. Kyai Rambo berkata:

    Blaaarrrr… TRB itu inisial namanya mas Bambang hwahahaha..

    Akhirnya nongol juga tulisan ini. Semoga blogger-blogger lain juga mau publish perihal Padepokan ini agar mendapat perhatian dari BAI. Tapi enggak pun gak apa. Toh TRB ini sudah eksis jauh sebelum kita-kita para user Pulsar ini lahir.
    Thanx mas Ade Cahya.
    Blaaarrrrrr

  3. wabbitlover berkata:

    knapa kok aku baru skarang baca ini yaa… wogh… utk manteman yg blom tau, id “wabbitlover” adalah milik Jeskoneng alias Torry Parantoro…

    yg mau ke TRB bisa dengan cara :

    – kirim cyl head tok ke TRB utk di PnP dan pesan cam low compression, lalu minta mas Gading di JAR Samanhudi utk merakit smuanya (jangan lupa minta mas Gading mencoak piston spy klep enggak nabrak piston)

    – kirim motor via jasa ekspedisi K.A. “Herona” dari stasiun Gambir atau Jatinegara dng tujuan stasiun Jogja, nanti crew TRB yg mengambil motornya di stasiun Jogja. Lalu kalok udah slesai modif mesin, pemilik bisa datang ke Jogja, mengambil motor, lalu turing balik ke kotanya sambil inreyen mesinnya

    – turing ke Jogja, lalu bisa menginap di “pondok TRB” selama mesin dikerjakan beberapa hari, atau kalok gak bisa menginap, ya ditinggal aja 4-5 hari (utk PnP + modif cam + coak piston + modif klep)

  4. Ada namaku ditulis…

    Salut buat om londo.. Da staun motorku enak2 aja dari hasil paket telor om londo..

    Skrg mesinnya da diremajain jadi std lagi…

    Mantap..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s