Lampu Sen/Sein/Riting (Edisi Warna)


Yup, kali ini gw mau coba share pengalaman sehari-hari tentang lampu kecil berwarna kuning kedip-kedip yang sering disebut sebagai lampu sen/sein/riting (selanjutnya sen aje ye…).

Sebelum kemasalah fungsi, yang pertama akan gw share adalah soal warnanya. Kita semua pasti setuju kalo dari awalnya motor atau mobil dikirim warna lampu sen itu kuning, entah bohlamnya atau mikanya. Alasan kenapa sen berwarna kuning adalah karena warna kuning merupakan warna yang cenderung tajam dan bisa dilihat dari jarak yang relatif jauh.

lampu sen seharusnya berwarna kuning. foto: kaskus

Nah, jadi jelaskan kenapa lampu sen di motor atau di mobil dibuat warna kuning? Tapi, kenapa sekarang banyak kendaraan bermotor yang lampu sen-nya diganti dengan warna yang lain (selain kuning)? Biasanya jawaban atas pertanyaan ini adalah GAYA.

Mau gaya? Boleh, tapi ayolah, jangan egois, ini menyangkut keselamatan orang laen juga. Gaya silakan, motor, motor lo, mobil, mobil lo, tapi kan nyawa, bukan nyawa lo doang. Ada nyawa-nyawa orang laen yang pengen tetep “tinggal di badannya”. Lagian, masih banyak lampu yang bisa digayain, lampu-lampu di dashboard misalnya. Dan kalo emang pengen bikin lampu sen gaya, gak harus warnanya diganti kan?

Ayolah, balik ke warna standar. Inget, jalanan bukan punya sendiri lho, tapi rame-rame…

 

 

Referensi: http://yvcbekasi.wordpress.com/sr-safety-riding/safety-riding/penggunaan-sein-dan-fungsinya/

4 thoughts on “Lampu Sen/Sein/Riting (Edisi Warna)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s